- Penggunaan teknologi dalam aktifitas sehari-hari bisa membantu meringankan beban. Dengan syarat harus digunakan dengan tepat dan cermat. Jika tidak, bisa berakibat fatal. Minimal dibuat pusing tujuh keliling.
Setidaknya hal tersebut dialami oleh Much. Rifa'i saat hendak mengantar pesanan es batu kristal. Tujuannya ke wilayah Desa Ngampel Kecamatan Manyar. "Belum pernah dapat pesanan wilayah sana, makanya pakai aplikasi penunjuk arah," ucap pria 36 tahun itu.
Jumlah pesanannya cukup banyak, bahkan harus diangkut pakai 1 mobil box. Karena cuan yang menggiurkan, dia pun bersemangat mengantar barang seorang diri dari Desa Peganden Manyar. "Ada banyak opsi jalur. Saya pilih yang paling dekat," ucapnya.
Rifa'i pun menambah kecepatan sekitar pukul 15.30 WIB. Ketika tiba di kawasan Desa Sembayat, dia harus menempuh jalan berbatu. "Lihat di peta sudah hampir sampai. Saya terus menambah kecepatan," ujarnya.
Sepertinya, di ujung jalan, terdapat jembatan yang hanya cukup dilewati kendaraan sepeda motor. Akibatnya, Rifa'i harus kembali memutar untuk mengantar ke lokasi tujuan. "Ingin putar balik, tapi ban mobil malah masuk ke lubang berlumpur," keluhnya.
Akhirnya, dia harus meminta bantuan Damkar Gresik untuk melakukan evakuasi. Lubang yang terlalu dalam membuat proses evakuasi baru berhasil sekitar pukul 21.30 WIB. "Es sudah mencair semua. Bukannya untung malah rugi," tegasnya. (yog)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar